Atikpasca’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Teori Hirarki Belajar

Posted by atikpasca pada Juni 8, 2009

TEORI HIRARKI BELAJAR ( ROBERT GAGNE )

Menurut Gagne dalam matematika ada dua objek yang dapat diperoleh siswa, yaitu objek langsung dan objek tak langsung. Objek tak langsung antara lain kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah, belajar mandiri , bersikap positif terhadap matematika, dan tahu bagaimana semestinya belajar. Sedangkan objek tak langsung berupa fakta, keterampilan, konsep, dan aturan.

Fakta adalah objek matematika yang tinggal menerimanya, seperti lambing bilangan, sudut dan notasi-notasi matematika lainnya. Keterampilan berupa kemampuan memberikan jawaban dengan cepat dan tepat. Misalnya melakukan pembagian bilangan yang culup besar dengan bagi kurang. Konsep adalah ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokan obyek kedalam contoh dan non contoh misal konsep bujur sangkar konsep himpunan.

Menurut Gagne, belajar dapat dikelompokan menjadi 8 tipe yaitu :

* Belajar isyarat

* Stimulus respon

* Rangkaian gerak

* Rangkaian verbal

* Membedakan

* Pembentukan konsep

* Pembentukan aturan

* Pemecahan masalah

Belajar isyarat adalah belajar yang tingkatnya paling rendah karena tidak ada niat atau spontanitas contohnya menyenangi pelajaran akibat perilaku guru. Stimulus respon merupakan kondisi belajar yang ada niat diniati yang responnya jasmaniah. Rangkaian gerak adalah perbuatan jasmaniah terurut dari dua kegiatan atau lebih dalam rangka stimulus respon. Rangkaian verbal adalah perbuatan lisan terurut dari dua kegiatan atau lebih dalam rangka stimulus respon. Belajar membedakan adalah belajar memisah-misahkan rangkaian yang bervariasi. Pembentukan konsep disebut juga tipe belajar pengelompokan, yaitu belajar melihat sifat bersama benda-benda konkrit atau peristiwa untuk dijadikan suatu kelompok. Belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar yang paling tinggi karena lebih kompleks dari pembentukan aturan.

Dalam pemecahan masalah, biasanya ada lima langkah yang harus dilakukan yaitu :

* Menyajikan masalah dalam bentuk yang lebih jelas

* Menyatakan masalah dalam bentuk yang lebih operasional

* Menyusun hipotesis alternative dan prosedur kerja yang diperkirakan lebih baik

* Mengetes hipotesis dan melakukan kerja, untuk memperoleh hasilnya

* Mengecek kembali hasil yang diperoleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: