Atikpasca’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Teori Belajar Bermakna

Posted by atikpasca pada Juni 8, 2009

TEORI BELAJAR BERMAKNA (AUSUBEL)

Teori ini terkenal dengan belajar bermaknanya dan pentingnya pengulangan sebelum belajar dimulai. Menurut Ausubel, metode-metode ekspositoris merupakan metode yang sangat efektif untuk mentransfer hasil penemuan dimasa lalu kepada generasi berikutnya. Metode-metode ini semuanya masih bias memberikan hasil pembelajaran yang baik atau buruk tergantung dari pelaksanaannya dikelas. Berkitan dengan hasil pembelajaran Ausubel membedakan antara belajar yang bermakna dengan yang tak bermakna. Menurut Ausubel, metode-metode ekspositoris yang digunakan dalam proses pembelajaran akan sangat efektif dalam menghasilkan kegiatan belajar yang bermakna (meaningful learning ) apabila dipenuhi dua syarat berikut:

* Siswa memiliki meaningful learnig set, yaitu sikap mental yang mendukung terjadinya kegiatan belajar bermakna. Contoh siswa betul-betul mempunyai keinginan yang kuat untuk memahami hal-hal yang akan dipelajari dan berusaha untuk mengaitkan hal-hal baru yang dipelajari dengan hal-hal lama yang telah ia ketahui yang kiranya relevan.

* Materi yang akan dipelajari adalah materi atau tugas yang bermakna bagi siswa, artinya materi atau tugas tersebut terkait dengan struktur kognitif yang pada saat itu telah dimiliki siswa, sehingga dengan demikian siswa bisa mengasimilasikan pengetahuan yang baru dipelajari ke dalam struktur kognitif yang ia miliki, dengan demikian, struktur kognitif siswa memilki perkembangan.

Ausubel mengemukan dua prinsip penting yang perlu diperhatikan dalam penyajian materi pembelajaran bagi siswa, yaitu:

* Prinsip diferensiasi progresif, yang menyatakan bahwa dalam penyajian materi pembelajaran bagi siswa, materi, Informasi atau gagasan yang brsifat paling umum disajikan lebih dahulu dan baru sesudah itu disajikan materi, informasi atau gagasan yang lebih detail (terdiferensiasi). Prinsip ini didasarkan pada pandangan Ausubel bahwa cara belajar yang efektif adalah cara belajar yang mengupayakan adanya pemahaman terhadap struktur dari materi yang dipelajari.

* Prinsip rekonsiliasi integrative, yang menyatakan bahwa materi atau informasi yang baru dipelajari perlu direkonsiliasikan dan di integrasikan dengan materi yang sudah lebih dulu dipelajari,sehingga setiap materi yang baru terkait dengan materi yang telah dipelajari sebelumnya. Menurut Ausebel setiap bidang ilmu memiliki srtruktur tersendiri yang jelas. Agar siswa bisa mempelajari materi pembelajaran suatu bidang ilmu secara efektif, siswa harus memahami struktur dari bidang ilmu tersebut.

Pengorganisir awal

Untuk membantu guru dalam mengajar dengan mengajar menggunakan dua prinsip tersebut, Ausubel mengemukakan apa yang disebut dengan pengorganisir awal, yaitu materi atau suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk mengawali pembelajaran untuk materi tertentu khususnya pembelajaran dengan materi yang baru.

Menurut Ausubel, pengorganisir awal yang berupa materi atau informasi isinya cenderung lebih umum atau lebih inklusif daripada materi pembelajaran yang diawali oleh materi pengorganisir awal tersebut. Pengorganisasian awal dimaksudkan untuk membantu siswa dalam mempersiapkan struktur kognitif yang dimiliki agar siap menerima materi pembelajaran yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: