Atikpasca’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Laporan PMRI individu

Posted by atikpasca pada Mei 18, 2009

LAPORAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PMRI
DI SD NEGERI 83 PALEMBANG

Oleh :
Hartatiana

Pengampu :
Prof. DR. Zulkardi, M.I.komp., M.Sc.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2009
Pendahuluan

Upaya pembaharuan dalam pendidikan matematika sudah sejak lama dilakukan, ada upaya pembaharuan melalui perubahan kurikulum dan ada pula pembaharuan melalui proses pembelajarannya. Salah satu upaya yang ditempuh dalam memperbaharui proses pembelajaran matematika di kelas adalah dengan menggunakan pendekatan realistic. Pendidikan realistik yang di Indonesia dikenal dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan pendidikan nmatematika yang di adaptasi dari Realistic Mathematics Education (RME) yang berasal dari Belanda. Pemikiran dasar RME ini bertumpu pada realita dalam kehidupan keseharian dan PMRI telah diselaraskan dengan kondisi budaya, geografi dan kehidupan masyarakat Indonesia umumnya.
Pada Program studi magister pendidikan matematika Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya, PMRI menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan semester dua. Diharapkan para mahasiswa dapat menerapkan PMRI ini apabila mereka mengajar nantinya. Pada proses perkuliahannya, mata kuliah PMRI ini tidak hanya dilaksanakan di kelas tetapi juga melakukan Praktek ke sekolah.
Praktek mengajar dengan pendekatan PMRI ini di laksanakan di SD Negeri 83 Palembang yang berada di kelurahan 7 ulu kecamatan seberang ulu 1. Kelas yang diajarkan adalah kelas IIA dengan jumlah siswa sebanyak 49 orang.Materi yang di pilh adalah mengenalkan konsep bangun datar.

Dasar Filosofis PMRI
Dalam PMRI matematika dipandang sebagai suatu kegiatan manusia “mathematics as human activity” sesuai dengan pandangan atau filsafat itu, maka dalam PMRI di upayakan semaksimal mungkin anak aktif dan membangun sendiri pengetahuannya. Dengan demikian dasar filosofis PMRI adalah bahwa matematika adalah kegiatan manusia dan sekaligus sebagai alat. Ini berarti bahwa perlu menempatkan kedua pandangan itu pada tempat yang cocok atau sesuai dengan jiwa peserta didik.

Prinsip PMRI
Ada tiga prinsip PMRI yaitu :
1. Guided Re-Invention atau penemuan kembali secara terbimbing
Prinsip ini menekankan “penemuan kembali” secara terbimbing. Melalui topik-topik tertentu yang disajikan, siswa di beri kesempatan untuk membangun dan menemukan kembali ide-ide dan konsep-konsep matematika. Setiap siswa diberi kesempatan sama untuk membangun dan menemukan kembali ide-ide dan konsep-konsep matematika. Setiap siswa diberi kesempatan sama untuk merasakan situasi dan mengalami masalah kontekstual yang memiliki berbagai kemungkinan solusi. Memulai pembelajaran dengan masalah real atau kontekstual meski hanya dengan menbayangkannya dan selanjutnya melalui aktivitas siswa diharapkan dapat menemukan sifat, definisi dan sebagainya.

2. Didactical Phenomenology atau fenomena didaktik
Prinsip ini menekankan fenomena pembelajaran yang bersifat mendidik dan menekankan pentingnya maslah kontekstual untuk memperkenalkan topic-topik matematika pada siswa. Pembelajaran tidak lagi terpusat pada guru tapi pada siswa bahkan dapat juga disebut berpusat pada masalah kontekstual yang dihadapi. Masalah kontekstual dapat juga untuk memantapkan pemahaman sesuatu yang telah siswa dapat.

3. Self Develop Model atau membangun sendiri model
Dari masalah kontekstual yang diberikan, siswa akan menuju ke matematika formal. Namun untuk menuju matematika formal tersebut siswa dapat membuat model-model sendiri yang mungkin masih sangat sederhana yang terkait dengan masalah kontekstual yang diberikan yang disebut dengan model of. Selanjutnnya melalui generalisasi siswa dapat mengembangkan model yang mengarah ke matematika formal yang disebut dengan model for.

IV. Karakteristik PMRI
Ada lima karakteristik PMRI yaitu :
1. Menggunakan konteks
Pembelajaran menggunakan masalah kontekstual, masalah kontekstual dapat disajikan di awal pembelajaran, di tengah pembelajaran ataupun di akhir peembelajaran. Bila dimaksudkan untuk membangun konsep maka masalah kontekstual dikemukakan di awal pembelajaran, bila bermaksud memantapkan yang telah di bangun maka dapat di sajikan di tengah pembelajaran. Apabila diberikan di akhir pembelajaran maka masalah kontekstual dimaksudkan untuk mengaplikasikan apa yan gtelah dibangun.

2. Menngunakan model
Model yang dimaksud di sini bermacam-macam, dapat konkret berupa benda, gambar, skema yang bermaksud dijadikan sebagai jembatan dari konkret ke abstrak. Model yang mirip masalah nyata di sebut model of dan model yang mengarah ke pemikiran formal disebut model for.

3. Menggunakan Kontribusi Siswa
Diperlukan kontribusi siswa berupa ide atau gagasan dan aneka jawab atau prosedur penyelesaian.

4. Interaktivitas
Interaksi yang dimaksud adalah interaksi siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru. Bentuk interaksi dapat berupa diskusi, negosiasi, komunikasi, memberi penjelasan dan sebagainya.

5. Keterkaitan Antar Topik
Dalam matematika keterkaitan antar topic, konsep, operasi dan sebagainya sangat kuat, sehingga dapat dimungkinkan adanya integrasi antar topic tersebut. Bahkan mungkin keterkaitan antar matematika dengan bidang lain. Sehingga matematika menjadi lebih bermanfaat bagi siswa.

Analisa
Kegiatan ini di laksanakan di SD Negeri 83 Palembang yang berada di kelurahan 7 ulu kecamatan seberang ulu 1. Kelas yang diajarkan adalah kelas II A yang terdiri dari 49 orang siswa. Materi yang dipilih adalah mengenalkan konsep bangun datar. Siswa yang berjumlah 49 orang ini dibagi menjadi 12 kelompok, jadi sebelas kelompok terdiri dari 4 orang dan satu kelompok terdiri dari 5 orang. Pada awal pembelajaran saya meminta siswa memperhatikan kancing baju mereka masing-masing kemudian ditanyakan kepada siswa benda-benda apa saja yang ada di sekitar mereka yang bentuknya sama seperti kancing baju tersebut, beberapa siswa menjawab jam tangan, jam dinding, ban sepeda, setir mobil, tutup botol dan sebagainya. Kemudian saya juga meminta siswa memperhatikan kotak pensil kemudian siswa diminta untuk menyebutkan benda-benda di sekitar mereka yang bentuknya sama seperti kotak pensil tersebut. Mereka menjawab buku, tas, layar televisi, penghapus, papan tulis dan sebagainya. Kemudian saya memperlihatkan sebuah gambar rumah dan menanyakan kepada mereka benda-benda yang bentuknya sama dengan atap rumah tersebut. Mereka menjawab dan menunjukkan benda-benda di kelas mereka yang bentuknya seperti atap rumah yaitu gambar-gambar rambu lalu lintas.
Untuk lebih menarik minat siswa dalam mempelajari bangun datar, saya membawa sebuah alat peraga berupa boneka balon gas. Media ini dipilih karena boneka balon gas merupakan mainan anak-anak yang saat ini paling banyak digemari karena harganya yang terjangkau dan bentuknya yang bermacam-macam. Boneka balon gas yang di pilih adalah tokoh kartun spongebob, Kemudian siswa di minta untuk memperhatikan boneka tersebut dan menyebutkan bagia-bagian dari spongebob yang menyerupai atau yang bentuknya sama dengan benda-benda yang telah mereka sebutkan tadi.
Dari jawaban para siswa maka didapat mata spongebob seperti jam dinding atau seperti setir mobil dan sebagainya, gigi spon bentuknya seperti buku tulis atau papan tulis, dan kerah baju spongebob bentuknya seperti atap rumah. Kemudian saya memberikan lembar aktivitas siswa. Lembar aktivitas yang pertama siswa diminta untuk menggambarkan mata, gigi dan kerah baju spongebob. Aktivitas ini dilaksanakan berkelompok. Setelah mereka menggambar, saya menjelaskan bahwa benda-benda yang bentuknya seperi mata spongebob, jam dinding, tutup botol dan sebagainya dinamakan lingkaran, sedangkan benda-benda yang bentuknya seperti papan tulis, buku tulis, kotak pensil, gigi spongebob dan sebagainya dinamakan segi empat karena sisinya ada empat. Dan benda-benda yang memiliki sisi sebanyak tiga disebut segitiga seperti kerah baju spongebob, .
Kemudian dilanjutkan dengan pemberian 1 buah kantong kepada masing-masing kelompok. Dalam 1kantong terdapat 3 buah lingkaran, 3 buah segiempat dan 3 buah segitiga degan ukuran dan warna yang berbeda-beda. Dengan pemilihan warna yang beragam siswa akan lebih tertarik. Tugas mereka adalah mengelompokkan benda-benda yang merupakan lingkaran, segitiga dan segiempat kemudian ditempelkan pada lembar aktivitas kedua. Setelah selesai mengelompkkan dan menempel ketiga bangun datar tersebut, salah satu kelompok diminta untuk mempresentasikan jawabanya di depan kelas dan saya memberikan hadiah berupa coklat bagi yang berani maju kedepan kelas untuk mempresentasikan jawabanya. Karna ini adalah presentasi mereka yang pertama maka presentasipun dilaksanakan dengan bimbingan guru.
Dalam pelaksanaan pembelajaran siswa-siswa terlihat sangat antusias karena selama ini pembelajaran mereka kebanyakan tanpa alat peraga. Dari hasil lembar aktivitas yang dikerjakan para siswa ternyata semua siswa sudah bisa mengelompokkan dan membedakan benda atau bangun datar yang merupakan lingkaran, segitiga dan segiempat. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan secara berkelompok tujuannya supaya terjadi interaksi antar siswa, dan diberikan kebebasan pada siswa untuk bertanya baik pada temannya atau pada guru sehingga interaksi yang terjadi tidak hanya antar siswa tapi juga antar siswa dan guru.
Penggunaan alat peraga berupa boneka balon gas merupakan bentuk dari model of, sedangkan kegiatan mereka menggambar mata, gigi dan kerah baju spongebob merupakan aplikasi dari model yang mengarah ke bentuk abstrak atau model for. Setelah mereka memahami konsep segitiga, lingkaran dan segi empat mereka di minta untuk membedakan bentuk-bentuk bangun datar tersebut dan mengelompokkannya sehingga lebih memantapkan konsep yang sudah mereka dapatkan.

Penutup
Dari hasil pelaksanaan pembelajaran dengan PMRI maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan PMRI sudah selayaknya dilaksanakan karena dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yanga pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap suatu materi pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SD Negeri 83 Palembang
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : II/Genap
Materi : Mengenalkan Konsep Bangun Datar
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

Standar Kompetensi :
Mengenal unsure-unsur bangun datar sederhana

Kompetensi Dasar :
Mengelompokkan bangun datar

Indikator :
1. Menyebutkan contoh benda-benda yang berbentuk lingkaran
2. Menyebutkan contoh benda-benda yang berbentuk segitiga
3. Menyebutkan contoh benda-benda yang berbentuk segiempat
4. Membedakan lingkaran, segitiga dan segiempat

Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menyebutkan contoh benda-benda yang berbentuk lingkaran
2. Siswa dapat menyebutkan contoh benda-benda yang berbentuk segitiga
3. Siswa dapat menyebutkan contoh benda-benda yang berbentuk segiempat
4. Siswa dapat membedakan lingkaran, segitiga dan segiempat

Sumber dan media pembelajaran :
1. Sumber belajar : Buku yang relevan
2. Media Pembelajaran :
A. Lembar aktivitas siswa
B. Benda-benda yang berbentuk lingkaran, segitiga dan segiempat
C. Boneka balon gas “spongebob”
Kegiatan belajar Mengajar
Pendahuluan :
1. Menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Memotivasi siswa dengan meninformasikan pentingnya materi yang akan dipelajari

Kegiatan inti :
1. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 – 5 orang.
2. Siswa diminta untuk memperhatikan kancing baju mereka dan menyebutkan benda-benda yang bentuknya seperti kancing baju
3. Siswa diminta untuk memperhatikan kotak pensil yang di pegang guru dan menyebutkan benda-benda yang bentuknya seperti kotak pensil tersebut
4. Siswa diminta untuk memperhatikan gambar rumah dan menyebutkan benda-benda yang bentuknya seperti atap rumah
5. Siswa diminta menyebutkan bagian tubuh sponebob yang bentuknya sama dengan benda-benda yang telah mereka sebutkan tadi dan menggambarnya ( mata, gigi dan kerah baju spongebob )
6. Menginformasikan pada siswa bahwa benda-benda yang berbentuk seperti kancing baju, mata spongebob dan sebagainya dinamakan lingkaran, dan benda-benda seperti atap rumah, kerah baju spongebob disebut segitiga dan benda-benda seperti kotak pensil, gigi spongebob dan sebagainya disebut segi empat.
7. Siswa diminta mendefinisikan lingkaran, segitiga dan segiempat
8. Memberikan lembar aktivitas siswa dan meminta siswa untuk menempel gambar-gambar yang diberikan dengan mengelompokkan bangun yang sejenis.

Penutup :
1. Siswa diminta mempresentasikan jawabannya
2. Menarik kesimpulan dan menegaskannya kembali

Penilaian :
Penilaian proses dan Lembar aktivitas siswa

Palembang, 21 April 2009
Guru Mata Pelajaran,

Hartatiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: