Atikpasca’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Filsafat Ilmu “Teori Terciptanya Bumi”

Posted by atikpasca pada Juni 8, 2009

PERKEMBANGAN PANDANGAN

TENTANG TERCIPTANYA BUMI

Pendahuluan

Manusia diciptakan oleh Tuhan yang maha kuasa berbeda dengan makhluk hidup yang lain. Manusia dilengkapi oleh akal dan pikiran yang selalu tumbuh, berkembang dan semakin maju sehigga ampu mengenal alam dan lingkungan sekitarnya serta dapat pula menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan fenomena alam. Sejak berabad-abad yang lalu, manusia selalu mencoba membuka tabir rahasia pergerakan benda-benda angkasa yang ada disekitar bumi dan akhirnya manusia samapi pada suatu kesimpulan bahwa benda-benda langit tersebut terikat dalam suatu sistem yang saling mempengaruhi dan sistem ini disebuyt tata surya.

Tata surya didiefinisikan sebagai susunan benda-benda langit yang terdiri dari matahari, planet, asteroid, komet, serta meteoroid dengan matahari sebagai pusat tata surya. Planet sudah ditemukan manusia sejak abad ke-3 sebelum masehi, yang artinya “pengembara”. Salah satu planet tersebut adalah bumi. Dalam makalah ini akan dibahas tentang perkembangan terciptanya bumi baik menurut kitab kejadian, ilmuwan masa lalu dan menurut alquran.

Penciptaan Bumi

Bumi terletak pada deretan ke tiga dari matahari dengan jarak rata-rata terhadap matahari sekitar 150 juta km. Jarak matahari bumi ini ditetapkan sebagai satu satuan astronomi. Bumi merupakan planet tempat manusia hidup dan berkembang dan satu-satunya planet yang sampai saat ini diketahui mempunyai kehidupan. Beberapa Pendapat tentang bumi, yaitu :

1. Menurut bangsa babilonia, bumi dianggap sebagai suatu yang berongga, yang ditopang oleh samudera angkasa melengkung di atas bumi, berdiri tegak antara perairan bawah dan perairan atassamudera, yang kadang-kadang turun ke bumi berupa hujan.

2. Sebagian besar bangsa yunani percaya bahwa bumi adalah pusat alam raya, pada sekitar tahun 140 Masehi muncul teori ptolemaios tentang sistem tata surya di alam semesta yang didasari oleh konsep geosentrisme, yang beranggapan bahwa bumi tetap pada tempatnya sedangkan planet-planet lain mengitarinya.

Teori Penciptaan Bumi

Di seluruh dunia, ada berkembang berpuluh-puluh macam teori penciptaan alam semesta, semua agama dan kepercayaan manapun mengajarkan pengikutnya bagaimana alam semesta ini tercipta. Begitu juga halnya dengan ilmu pengetahuan, meskipun teori-teori yang dicetuskan oleh para ilmuwan belum bisa menjawab secara total bagaimana alam semesta tercipta, tetapi anehnya begitu banyak orang yang mempercayai kebenaran teori-teori tersebut. Sebelum melangkah lebih jauh, kita sebaiknya mengetahui teori-teori asal-usul penciptaan itu sendiri. Secara umum, teori-teori asal usul dan penciptaan alam semesta beserta isinya dapat dibagi menjadi 3 kategori utama, yaitu :
1Teori Penciptaan Ilmiah
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta diciptakan oleh Tuhan Allah selama 6 hari berturut-turut, kurang dari 10. Penganut teori ini pada umumnya menolak semua bentuk teori evolusi. Teori ini paling banyak dipercaya oleh orang-orang Kristen Konservatif di seluruh dunia.

2. Teori Evolusi Theistic
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta berumur lebih dari 10 milyar tahun.Tuhan Allah mengatur terjadinya evolusi dan menggunakan evolusi itu sebagai alat untuk memimpin perkembangan sebuah spesies baru, dan mencapai titik puncaknya pada penciptaan manusia. Teori ini banyak dipercaya oleh orang-orang Kristen Liberalis.

3. Teori Evolusi Natural
Teori ini mungkin yang paling terkenal dari antara ke-3 teori ini, teori ini mirip dengan teori evolusi theistic, hanya bedanya, pada teori ini Tuhan Allah tidak turun campur tangan dalam penciptaan alam semesta dan isinya.

Ke-3 teori di atas hanyalah kategori-kategori utama dari puluhan teori-teori evolusi yang pernah dicetuskan. Berikut akan diberikan beberapa model teori evolusi yang pernah dicetuskan :
1. Beberapa model Teori Penciptaan Ilmiah :
a) Calendar Day Interpretation Theory [ mencakup: Teori penciptaan bumi muda (young earth creationism),Teori penciptaan alkitabiah, Teori penciptaan 7 hari, dsb ]
Teori ini mungkin teori yang paling terkenal diantara penganut Kristen Konservatif. Mereka menafsirkan kitab Kejadian secara literal dan berusaha untuk menggabungkan 2 cerita : kata “hari” yang disebutkan di Kejadian 1 adalah hari standard selama 24 jam, dan seluruh proses penciptaan diselesaikan selama 6 x 24 jam. …
b) Day Age Creationist Theory
Teori ini menyatakan bahwa setiap “hari” dalam Kejadian 1 mengacu pada suatu interval waktu yg spesifik. … ” Karena itu maka mereka menyatakan bahwa penciptaan alam semesta terjadi selama 6000 tahun.
c) Analogical Days Interpretation Theory
Setiap “hari” di dalam proses penciptaan adalah “hari kerja nya Tuhan”, hari kerja Tuhan ini analog tapi tidak identik dengan hari kerja manusia.
d) Revelatory Device Theory
Teori ini menyatakan bahwa kata “hari” pada proses penciptaan analogi dengan kata “fase”. …
e) Revelatory Day Theory
Teori ini menyatakan bahwa mungkin Tuhan Allah memberikan penglihatan pada Musa tentang urutan penciptaan alam semesta, dan Tuhan Allah membutuhkan waktu 6 hari untuk menyelesaikan demonstrasi Nya.

Beberapa model Teori Evolusi Theistic
a) Theistic Evolution Theory
Teori ini serupa dengan teori evolusi natural, alam semesta tercipta 15 milyar tahun yang lalu, bumi tercipta lebih dari 4 milyar tahun yang lalu. Spesies hewan dan tumbuhan berkembang seperti layaknya pengamatan ilmu pengetahuan, hanya bedanya, para penganut teori ini percaya bahwa Tuhan lah yang mengendalikan seluruh proses evolusi itu sendiri, sehingga bisa berjalan dengan baik.
b) Progressive Creationist Theory
Teori ini mirip dengan teori evolusi theistic, hanya bedanya mereka menolak teori yang menyatakan bahwa mahluk hidup bisa berevolusi dengan sendirinya. Menurut teori ini, tanpa kehendak Tuhan, evolusi itu tidak akan terjadi Beberapa model Teori Evolusi Natural
a) Naturalistic Evolution Theory [disebut juga teori evolusi atau teori evolusi atheis]
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta tercipta berdasarkan teori “Big Bang” sebuah fenomenal alamiah, tidak menyertakan Tuhan dalam setiap penciptaan nya. …
b) Deistic Evolution Theory
Teori ini menyatakan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta, mungkin dengan metode “Big Bang” sekitar 15 milyar tahun yang lalu. … Hanya 1 hal yang membedakan teori ini dengan teori evolusi atheis, yaitu teori ini menerima 1 buat perbuatan Tuhan yaitu sebagai Pencipta materi alam semesta. Para penganut teori ini biasa menyebut dirinya sebagai Deists.

Yang manakah dari teori-teori tersebut di atas yang benar ?
Kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu yang mana yang paling benar dari ke-3 teori tersebut. Hal penciptaan alam semesta berada di luar batas pemikiran manusia itu sendiri, dan kita sebagai orang Kristen percaya bahwa hanya Tuhan lah yang mengetahui segala rahasia penciptaan alam semesta dan segala isinya. Melalui teori Evolusi Natural, manusia dengan kesombongan nya berusaha untuk menyingkirkan kuasa Tuhan dari proses penciptaan alam semesta, oleh karena itu, maka Tuhan dalam Kitab Mika 6:8 mengatakan: “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik dan apakah yang dituntut Tuhan kepadamu selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu.”

Evolusi Theistic

Evolusi Theistic adalah suatu teori penciptaan alam semesta yang menyertakan Tuhan dalam proses biologis yang sering disebut evolusi. Teori ini berusaha menggabungkan teori-teori Penciptaan Ilmiah dengan teori Evolusi Natural.

Beberapa pemikiran dari teori penciptaan berdasarkan kitab Kejadian :
1. Ada kemungkinan, hari-hari penciptaan itu tidak benar-benar berurutan, meskipun urutan nya terlihat cocok sekali dengan teori evolusi yang biasa kita kenal. Di sini terdapat kesulitan dalam mempertemukan penciptaan pertama di Kejadian 1 (Kejadian 1:24-27), dimana hewan-hewan diciptakan sebelum manusia diciptakan dengan penciptaan kedua, yang mana manusia diciptakan lebih dahulu baru kemudian hewan-hewan diciptakan (Kejadian 2:18-20). Teori ini biasa disebut sebagai Day Age Creationist Theory. Beberapa ahli berpendapat, bahwa pada waktu “penciptaan kedua”, Tuhan Allah memang sengaja menciptakan 1 kali lagi hewan-hewan tersebut dari segala jenis, sehingga Adam bisa dengan mudah memberinya nama ketika hewan-hewan itu sedang berbaris. Kaum Kristiani selalu melihat sebuah proses penciptaan sebagai sesuatu keajaiban Ilahi. .Teori ini sering disebut “Day of Proclamation” Theory, atau beberapa orang menyebutnya “Days of Divine Fiat” Theory. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Alan Hayward pada tahun 1985 dan kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh Glenn Morton pada akhir 90 an. muslim mau berfikir dan mengembangkannya atau tidak.

Teori dibawah ini merupakan teori yang berdasarkan sains, teori ini berdasarkan teori big bang beberapa miliar tahun yang lalu ada satu bintang(benda langit yang mengeluarkan cahaya) yang sangat tua yang mengalami supernova(ledakan suatu bintang digalaksi yang mengeluarkan energi sangat besar) sisa sisa bintang yang meledak. menjadi awan awan yang berkumpul disatu titik. sehingga awan awan di langit itu memadat membentuk matahari dan planet planetnya di galaksi. tetapi ketika itu bumi belum seperti sekarang. bumi akan sangat panas sekitar 3000 derajat. belum ada air dan udara tetapi sudah ada atmosfir. ada ancaman untuk bumi dari matahari yang sebagai pusat tata surya. matahari juga memiliki badai yang suhunya 3000 derajat yang mengaakibatkan yaitu mengikis atmosfir. hal itu dapat dilihat di planet mars yang atmosfirnya terkikis oleh matahari hal itu akan mengakibatkan matinya makhluk hidup. itulah mengapa mars tidak dapat memiliki makhluk hidup. lalu bagaimana bumi tidak terkena badai dari matahari itu? bumi memiliki pelindung yang namanya magnetoid yang tercipta dari inti didalam bumi sehingga bumi memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan selatan. sehingga badai matahari itu dapat dibelokkan ke kutub selatan.

Terciptanya Bumi Menurut Kitab Kejadian

Penciptaan alam raya menurut kitab kejadian berlangsung selama enam hari (Genesis 1). Pada mulanya sewaktu tuhan menciptakan alam raya, bumi tanpa bentuk, kosong dan gelap gulita. Pada hari pertama diciptakan siang dan malam. Pada hari kedua diciptakan kubah yang dinamakan angkasa, yang memisahkan air di bawahnya dan air diatasnya. Pada hari ketiga diciptakan daratan dan lautan. Daratan kemudian diperintahkan berbagai jenis tumbuhan yang menghasilkan bebijian dan buah-buahan. Pada hari keempat diciptakan lentera-lentera untuk menerangi bumi. Lentea-lentera itu ialah matahari, bulan dan bintang-bintang.

Pada hari kelima diciptakan hewan penghuni air seperti ikan dan hewan udara seperti burung burung. Pada hari keenam tuhan menciptakan hewan daratan dan manusia. Kepada manusia Tuhan menguasakan pengelolaan ikan, burung dan satwa piaraan maupun liar. Semuanya diciptakanNya berpasangan agar dapat berkembang biak. Kepada manusia diperintahkan untuk mempunyai banyak anak agar mereka menyebar keseluruh penjuru bumi dan megelolanya termasuk semua makhluk hidup yang ada dibumi. Tuhan juga mengatur pembagian makanan yang diperlukan manusia dan hewan. Lengkaplah alam raya itu tercipta pada hari ketujuh dan Tuhanpun berhenti bekerja. Diberkatinya hari ketujuh itu dan dikhususkan sebagai hari beristirahat bagi manusia.

Jadi dalam kitab kejadian ini secara imlpisit mengatakan bahwa semua makluk hidup yang ada di dunia ini sudah tercipta sejak awal alam raya ini diciptakan. Pandangan ini dikukuhkan dalam sains biologi oleh ilmuwan botani Swedia Linne pada tahun 1737 dalam bentuk ajaran kelesterian jenis.

Sebelum Linne mengemukakan ajarannya itu, pada tahun 1658, Uskup Agung Henry Ussher dari Armagh Irlandia sudah memperkirakan berdasarkan berbagai silsilah yang ada di dala minjil bahwa bumi tercipta sekitar tahun 4004 SM. Keterangan ini kemudian disisipkan sebagai catatan di dalam kitab injil resmi. Hal itu berarti bahwa hingga sekarang umur bumi hanya kira-kira 6000 tahun. Bahkan seorang gerejawan lain telah mengukur terjadinya bumi itu dengan lebih ketat lagi dan sampai pada kesimpulan bahwa bumi terbentuk tanggal 23 oktober 4004 SM pukul 9 pagi. Tidak diberitahukan mintakad waktu mana yang digunakan sebagai rujukan.

UMUR BUMI DI DALAM AL-QURAN

Di dalam al-quran terdapat beberapa ayat yang menerangkan tentang pembentukan bumi, yaitu :

Surat Al-A’raf : 54

“Sesungguhnya tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dalam enam satuan waktu, lalu Dia menguasai singgasana. Di tutupiNya siang dengan malam yang mengejarnyadengan tergesa-gesa. Dan matahari dan bulan, dan bintang-bintang,semuanya tunduk di bawah pengaturanNya. Sesungguhnya KepunyaanNya lah semua ciptaan dan zat. Maha tinggi Allah Tuhan semesta alam.”

Surat Yunus : 3

“ Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam satuan waktu. Kemudian Dia bersemayam di atas singgasana, mengatur segalaurusan. Tiada seorangpun yang dapat memberikan pembelaan pada hari kiamat. Kecuali setelah ada izin-Nya. Yang mempunyai sifat-sifat demikian, itulah Allah, Tuhanmu. Karena itu sembahlah dia, mengapa kamu tidak mengingat?

Surat Hud : 7

“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam satuan waktu. Singgasana-Nyasebelum itu ada di atas air. Hal itu untuk menguji kamu, siapa diantaramu yang terbaik pekerjaannya. Demi Allah, jika engkau katakana : “sungguh kamu pasti akan dibangkitkan kelak sesudah mati” niscaya orang-orang kafir itu akan menjawab “ini adalah nyata-nyata ilmu sihir”.

Surat Al-furqon : 59

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanyadalam enam satuan waktu. Kemudian ia bertakhta disinggasanaNya. Dia maha pengasih. Tanyakan hal itu kepada orang-orang yang mengetahui tentang dia.”

Surat Fussilat ayat 9 – 12, menceritakan bahwa bumi lebih dahulu diciptakan daripada langit, sebagaimana firmannya :

“Katakanlah : ‘sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? Sesungguhnya Dia itulah Tuhan semesta alam”.

“Dia menempatkan gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Lalu DiaturNya sumber keperluan dalam empat satuan waktu bagi mereka yan gmemerlukannya”.

“Kemudian diciptakanNya tujuh langit dalam dua hari, dan ditentukanNya di setiap langit hokum-hukumnya tersendiri. Dan Kami hiasi langit terbawah dengan lampu-lampu dan pelindung-pelindung”.

Teori Tentang Usia Bumi

1. Teori sediment

Pengukuran usia bumi berdasarkan atas perhitungan tebal lapisan sediment yang membentuk batuan. Dengan mengetahui ketebalan lapisan sediment yang terbentuk tiap tahunnya memperbandingkan tebal batuan sediment yang terdapat di bumi sekarang, maka dapat dihitung umur lapisan kerak bumi. Berdasarkan perhitungan seperti ini diperkirakan seperti ini diperkirakan bumi terbentuk 500 juta tahun yang lalu.

2. Teori kadar garam

Pengukuran usia bumi berdasarkan perhitungan kadar garam di laut. Di duga bahwa mula-mula laut itu tawar. Dengan adanya sirkulasi air di dalam alam ini maka air yang mengalir dari darat melalui sungai ke laut, membawa garam-garam. Keadaan semacam ini berlangsung terus menerus sepanjang abad. Dengan mengetahui kadar garam pada saat ini yaitu kurang lebih 320, maka dihasilkan perhitungan bahwa bumi terbentuk pada 1000 juta tahun yang lalu.

3. Teori Termal

Pengukuran bumi berdasarkan atas perhitungan suhu bumi, diduga bahwa mula-mula bumimerupakan batuan yang sangat panas yang lama kelamaan mendingin. Dengan mengetahui masa dan suhu bumi saat ini, maka diperkirakan bahwa perubahan bumi menjadi batuan yang dingin dari batuan yang panas memerlukan waktu 20.000 juta tahun.

4. Teori radioaktivitas

Pengukuran usia bumi yang dianggap paling benar , ialah berdasarkan waktu peluruhan unsure radioaktif. Dalam perhitungan ini diperlukan tentang waktu paruh unsure radioaktif. Waktu paruh adalah waktu yang dibutuhkan unsure radioaktif untuk meluruh atau mengurai sehinggga masanya tinggal separuh. Berdasarkan perhitungan seperti ini dapat disimpulkan usia bumi sekitar 5 sampai 7 ribu juta tahun.

Kesimpulan

Perkembangan pandangan terciptanya bumi telah menjadi pemikiran manusia sejak berabad-abad lamanya. Ternyata umur bumi lebih tua dari 6000 tahun, meskipun ada beberapa pandangan mengenai terciptanya bumi dan pada akhirnya al quran menjadi sumber yang dapat dipercaya.

Adanya persamaan banyaknya hari yang disebutkan baik dalam al quran maupun dalam kitab kejadian yang digunakan Tuhan semesta alam untik menciptakan alam raya yaitu enam hari. Hanya saja di dalam alquran secara implicit dikemukakan dalam dua ayat bahwa yang dimaksud dengan hari itu tidak seperti yang dimaksud hari sekarang. Adanya kesamaan antara kitab kejadian dan al quran dikarenakan ayat-ayat al quran diturunkan secara bertahap kepada nabi-nabi mulai nabi Adam, Isa, Musa sampai Nabi Muhammad SAW.

Setelah kita mengetahui tentang perkembangan terciptanya bumi maka kita sadar bahwa :

1. Sebagai manusia kita ini kecil sekali di mata Allah.

2. Semua ini ada pangkal dan ujungnya untuk membedakan antara sang pencipta dengan yang diciptakan, termasuk juga terciptanya bumi.

3. Umur manusia pendek sekali, dibandingkan dengan usia bumi.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: